KM All In One

KM Serambi Brang rea melayani aneka Jasa seperti Instal Ulang Leptop, Print, Internet, Pulsa, Cetak Foto, Cetak Undangan, Laundry, Menjual/Menerima Pesanan Aneka Kue. Sekretariat : Jl. Baso Busing Desaberu Dsn Dangar Permai Hp: 081915984745/085338575577

Minggu, 03 Maret 2013

Main Kendese’ Kian Terlupakan


Tono dan April Main Kendese'

KM. Serambi_Brangrea – Perkembangan peradaban manusia tidak terkecuali kemajuan teknologi membuat sisi lain kehidupan masyarakat ikut berubah. Gaya bergaul, kebiasaan masyarakat, bahkan kebiasaan anak-anakpun tidak luput mengalamai perubahan. Tidak sedikit hal-hal positif dari perubahan tersebut akan tetapi ada hal yang kian terlupakan yang merupakan bagian dari kebudayaan masyarakat itu sendiri. Mari kita lihat sedikit dari bagian yang mengalami perubahan tersebut seperti perubahan permainan anak-anak dan salah satunya adalah main Kendese’.

Seorang warga bernama Yulianti menuturkan bahwa dahulunya kami semasa kecil hanya bermain dengan memanfaatkan potensi yang ada disekeliling kita. Entah itu batu, kayu, pohon pisang, pelepah daun pepaya, batang tanaman padi dan banyak lagi sehingga daya kreatifitas kami dalam memanfaatkan hal-hal tersebut benar-benar berkembang. Tidak seperti anak zaman sekarang ini, mereka sudah banyak mendapat hiburan dan permainan yang sifatnya praktis. Melalui komputer, HP, internet, bahkan melalui media teleivisi mereka sudah banyak medapat referensi permainan yang menarik dan instan.
Main Ayam
Tono salah seorang anak yang dijumpai sedang asyik bermain kendese’ merasa senang melakukan permainan tersebut. selain tidak membutuhkan biaya permaiannya juga mudah dilakukan. Akan tetapi yang tidak boleh terlewat disini adalah adanya teman bermain yang dikarenakan permainan ini harus dilakukan oleh lebih dari satu orang. Bagi yang kalah biasanya diberikan hukuman dengan mencubit atau menggendong yang menang. Jadi melalui permaian ini nilai-nilai kebersamaan sudah mulai ditumbuhkan.
Memang sangat disayangkan dan perlu menjadi perhatian kita semua bahwa permaianan yang merupakan kultur asli tana samawa ini akan kian tenggelam dimakan waktu dan berangsur-angsur akan digantikan dengan permainan ala barat. Dalam masyarakat tana samawa dikenal berbagai macam nama permainan yang biasa dilakukan anak-anak seperti Kedense’, Melatu, main ayam, main boneng, main ncup, main kelar, maen adang dan masih banyak lagi. Permaian-permainan tadi pada prinsipinya hanya menggunakan alat bantu benda-benda yang ada disekitar kita seperti untuk maen Kendese’, melatu, atau main ayam hanya membutuhkan batu kerikil saja. Untuk maen kelar hanya membutuhkan dua bilah kayu seukuran jari dengan panjang yang berbeda.
Jika kita melihat secara mendalam adanya permainan-permainan ini pada zaman terdahulu merupakan hasil kreatifitas berdasarkan pemanfaatan sumber daya alam yang ada. Selain itu prinsip toleransi, kerjasama, saling menghormati, dan kebersamaan dalam permainan, bahkan sembari berolahraga dalam bermain adalah hal yang wajib. Oleh karena itu dengan adanya permainan ini silaturrahmi antar warga sudah dimulai sejak kecil. Akan tetapi jika  kita melihat permainan canggih ala masa kini, hampir seluruhnya cukup dilakukan sendiri saja. Dengan komputer, HP para gamers dari kamar sudah bisa melakukan permainannya. Dan tidak sedikit kita melihat para gamers yang patah semangat dan merasa depresi dengan permainan yang dilakukannya itu membuat ia mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.
Oleh karenanya dibutuhkan upaya bersama dari semua pihak agar bagaimana permainan tradisional ini bisa dilestarikan karena merupakan warisan budaya masa lalu sehingga pada generasi berikutnya tidak akan terlupakan. (c_benk vh)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar