KM All In One

KM Serambi Brang rea melayani aneka Jasa seperti Instal Ulang Leptop, Print, Internet, Pulsa, Cetak Foto, Cetak Undangan, Laundry, Menjual/Menerima Pesanan Aneka Kue. Sekretariat : Jl. Baso Busing Desaberu Dsn Dangar Permai Hp: 081915984745/085338575577

Senin, 29 Oktober 2012

Antara Gaya Pemasaran Baru atau Modus Penipuan Baru?


KM Serambi_Brang Rea – cerita menarik dimulai ketika kemarin (minggu/28) pukul 11.30 Wita saya duduk di warung depan rumah dan tiba-tiba dua orang menggunakan sepeda motor berhenti. “Ada kopi bu???” sapa salah seorang kepada pemilik warung. Pemilik warung kemudian menyuguhkan 2 gelas kopi kepada kedua orang tadi. Walaupun cuaca cukup panas namun tidak dapat mecairkan suasana diantara kami yang ada diwarung tersebut. Tidak ada cakap diantara kami sampai salah seorang dari mereka membuka sapaan dengan ucapan “panas ya pak???!,,,,,saya lantas menjawab “ya bang lumayan panas....”.
Ia kemudian melanjutkan percakapan dengan bertanya kepada saya tentang pemilik rumah di depan warung, “ada yang punya rumah depan pak?” saya lantas menjawab “oh kebetulan saya pemilik rumah pak”. Wah kebetulan kalau begitu pak ia menjawab lagi. “Ada apa gerangan pak?”saya menambahkan. Oh begini pak saya mau menawarkan cat kebetulan sisa proyek di Maluk yang sudah rampung. Kebetulan kami dengan teman-teman butuh uang untuk beli makan dan uang rokok pak, ya berapa pak mau bayar dah. Sambil menyodorkan kwintansi ia menambahkan kalau harga cat yang kami tawarkan ini adalah Rp.625.000,-/galonnya isi 18 kg. Ia membuka penawaran harga dari Rp.325.000,-/galonnya. Tolong dah pak ini kami butuh untuk beli makan sekalian uang rokok dengan teman-teman.

Sempat terfikir tiga hal dibenak saya tentang hal ini. Yang pertama apakah ini memang barang sisa proyek, kedua apakah ini barang hasil curian, atau yang ketiga cat ini merupakan hasil oplosan. Namun penjual ini terus mempengaruhi saya dengan alasan butuh uang sehingga terjadi tawar menawar yang cukup alot. Disampaing saat ini saya memang belum membutuhkan cat, kebetulan juga sedang di penghujung bulan jadi anggaran rumah tangga sedang menipis dan penawaran final pada harga Rp.155.000/galon. Saya kemudian memeriksa cat tersebut dan saya melihat dikemasannya tertera merk Dellux, saya jadi berfikir bahwa setahu saya tidak ada cat bermerk dellux dipasaran. Namun saya berfikir positif saja karena dengan niat ingin membantu orang tadi saya tetap membeli cat tersebut.
Namun rasa penasaran masih mewarnai fikiran saya apakah benar ini cat legal dipasarkan?, saya kemudian mencoba mencari informasi lewat mbah google dan ternyata saya dapatkan informasi bahwa di tempat berbeda pernah terjadi kasus serupa atau dengan modus yang sama. Mereka memasarkan cat tersebut dengan alasan cat sisa proyek yang sudah selesai dan mereka menghiba dengan alasan sangat membutuhkan uang untuk pulang kampung. Pengalaman ini dikisahkan oleh samsul dalam koran kompas online (http://ekonomi.kompasiana.com/marketing/2011/10/31/pemasaran-model-baru/) bahwa ia ditawarkan cat tersebut Rp.350.000/galonnya namun harga deal pada harga Rp.250.000/galonnya dan harus membeli 2 galon. Samsul juga telah menanyakan merk tersebut ke toko-toko resmi dan ternyata tidak ada yang tahu apalagi menjualnya. Kisah lain disampaikan lagi oleh krisna.bangka lewat blognya (http://groups.yahoo.com/group/intelkambabel/message/3540?var=1) dimana ia menunturkan kasus UU perlindungan konsumen bahwa telah ditangkap sejumlah oknum penjual cat dengan harga murah oleh Polres Bangka dengan merk yang sama.
Oleh karena modus ini telah sampai ke wilayah sumbawa barat khususnya Brang Rea. Jadi yang perlu menjadi perhatian kita semua adalah bagaimana menyikapi kejadian ini. Jikalau dengan motivasi ibadah kita ingin membantu sesama maka tidak salah jika kita membantu dengan membeli barang terebut. Sedangkan jika kita harapkan cat dengan kualitas baik dengan harga murah harap fikir-fikir dulu agar tidak ada sesal kemudian. Sekian share pengalaman semoga bermanfaat dan tetap waspada dengan berbagai modus. (c_benk vh)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar