KM All In One

KM Serambi Brang rea melayani aneka Jasa seperti Instal Ulang Leptop, Print, Internet, Pulsa, Cetak Foto, Cetak Undangan, Laundry, Menjual/Menerima Pesanan Aneka Kue. Sekretariat : Jl. Baso Busing Desaberu Dsn Dangar Permai Hp: 081915984745/085338575577

Jumat, 29 Agustus 2014

Dampak Kemasan Rokok Bagi Ahli Hisap


KM. Serambi_Brangrea; diakui atau tidak ternyata perubahan sampul kemasan rokok saat ini telah memberikan efek secara psikologis bagi perokok. Dikalangan masyarakat sendiri kemasan baru rokok dengan berbagai jenis tampilan bahaya rokok seperti paru-paru yang rusak, kanker tenggorokan, kanker mulut, gambar tengkorak, penyakit saluran pernapasan menimbulkan reaksi yang beragam.

Bagi para perokok alias alhi hisap kemasan baru rokok bisa memberikan rasa was-was ketika merokok. Arifin yang sudah menjadi perokok harus mencari rokok kemasan lama atau mencari rokok stok lama ketika membeli rokok akibat rasa ngeri yang selalu terlihat dari kemasan baru rokok tersebut. Saya berkomitmen akan berhenti merokok jika saya sudah tidak bisa menemukan rokok kemasan lama ungkapnya.



Yang lebih unik lagi Edi warga Tapir ketika rokok telah dibeli maka sesegera mungkin ia akan menutup gambar akibat rokok pada kemasan dengan plakban atau isolasi hitam. Sungguh pemandangan yang sangat unik.
Tidak sampai disitu saja, tidak sedikit yang menyimpan kemasan lama rokok sejenis kemudian ketika rokok kemasan baru dibeli maka seluruh isinya akan langsung dipindahkan ke dalam kemasan rokok yang tidak bergambar.

Yudi (32th) warga Desaberu mengungkapkan bahwa efek dari gambar penyakit akibat rokok pada kemasan baru pasti memberikan dampak secara psikologis. Ketika kita menerima rokok dari penjual maka perasaan terkejut langsung muncul ketika melihat gambar yang tertera pada kemasan rokok tersebut.

Kondisi ini ternyata mampu dimanfaatkan oleh sebagian penjual rokok. Karena perokok mencari rokok kemasan lama maka penjual bisa menjual rokok kemasan lama dengan harga yang jauh lebih tinggi dari harga eceran biasanya. Julio yang biasa membeli Rokok Marlxxxo dengan harga Rp.16.000,- perbungkus maka jika kita ingin membeli rokok tersebut dengan kemasan lama maka kita harus membayar dengan harga Rp.20.000,- ungkapnya.

Maksud pemerintah yang ingin mengurangi kebiasaan merokok masyarakat dengan cara ini mudah-mudahan bisa terwujud karena seperti banyak dikatakan bahwa perokok pasif lebih berbahaya dari perokok aktif. Akan tetapi ada juga selentingan masyarakat yang mengatakan bahwa jika pemerintah serius menghilangkan kebiasaan merokok masyarakat mengapa tidak pabriknya saja yang ditutup. Namun ini nampaknya hal yang mustahil terjadi karena akan berimbas pada ribuan karyawan serta pendapatan Negara dari pajak rokok.

Selanjutnya tidak sedikit orang yang merasa produktifitas kerjanya tidak maksimal jika tidak sembari merokok. Mungkin untuk mengurangi kuantitas merokok mungkin saja terjadi akan tetapi untuk berhenti secara total akan membutuhkan waktu yang cukup lama.

Hal yang perlu ditekankan dari kampanye pemerintah tentang bahaya rokok ini adalah bagaimana etika ketika merokok bisa disampaikan. Bagi ahli hisab agar bisa menghormati orang disekitarnya yang tidak merokok sehingga bisa memilih tempat yang tidak mengganggu orang lain, tidak merokok di dekat anak-anak terutama balita.

Terlebih khusus lagi di lingkungan sekolah sebagai lingkungan pendidikan kebiasaan merokok tidak seharunya ditunjukkan kepada siswa karena secara tidak langsung hal itu sudah memberikan pengajaran kepada siswa yang melihatnya. (c_benk VH)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar