KM All In One

KM Serambi Brang rea melayani aneka Jasa seperti Instal Ulang Leptop, Print, Internet, Pulsa, Cetak Foto, Cetak Undangan, Laundry, Menjual/Menerima Pesanan Aneka Kue. Sekretariat : Jl. Baso Busing Desaberu Dsn Dangar Permai Hp: 081915984745/085338575577

Jumat, 21 Desember 2012

Pemanfaatan Sampah Kertas Menjadi Kerajinan Bernilai Ekonomis Tinggi


Kerajinan berbahan Kertas Bungkus Rokok
Bertambahnya jumlah manusia berdampak pada semakin meningkatnya jumlah kebutuhan manusia itu sendiri akan segala sesuatu diantaranya barang kebutuhan primer, sekunder, ataupun tersier. Dalam hal penyediaan segala macam kebutuhan tersebut tidak bisa lepas dari pengemasan serta bahan-bahan yang digunakan dalam penyajiannya. Akan Tetapi proses tidak berhenti sampai disitu saja namun ada dampak yang patut menjadi perhatian kita semua karena bisa memberikan dampak yang sangat besar kepada manusia itu sendiri yaitu berupa sisa atau sampah dari proses penyediaan segala barang kebutuhan tadi.
Sampah itu sendiri dapat diartikan sebagai material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirknya suatu proses (Wikipedia, 2012). Selanjutya berdasarkan sifatnya sampah juga dikategorikan menjadi dua yaitu sampah organik (degradable) yaitu sampah yang mudah membusuk seperti sisa makanan, sayuran, daun-daun dan sebagainya bahkan bisa diolah menjadi kompos. Jenis sampah yang kedua yaitu sampah anorganik (undegradale) yaitu sampah yang tidak mudah membusuk atau sangat sukar untuk diuraikan oleh mikroorgnasime seperti sampah plastik, kaleng, kertas, botol dan sebagainya. Jenis sampah yang pertama yaitu sampah organik tadi tidak memberikan dampak yang serius terhadap manusia dan lingkungan karena hanya membutuhkan sedikit pengelolaan saja akan tetapi jenis sampah yang kedua yaitu sampah anorganik sangat membutuhkan penanganan yang serius karena jika dibiarkan tertumpuk begitu saja maka tidak dapat dibayangkan dampaknya terhadap manusia dan lingkungan. Misalkan saja sampah plastik karena berbahan polimer maka dibutuhkan waktu sampai dengan 500 tahun untuk dapat terurai, apa jadinya dengan bumi kita ini jika sampah plastik ini terus tertumpuk dan dibiarkan begitu saja.
Untuk menanggulangi masalah sampah anorganik ini selain menggunakan sistem daur ulang ada sistem lain yang dapat digunakan yaitu dengan mengolah kembali sampah-sampah tersebut menjadi barang lain yang memiliki nilai ekonomis. Ada dua hal yang didapat dari proses tersebut yaitu adanya usaha dalam mengurangi jumlah sampah anorganik dan yang kedua bisa membuka lapangan kerja melalui tangan-tangan kreatif sehingga menghasilkan karya-karya bernilai ekonomi.
Salah satu contoh usaha pengolahan kembali sampah anorganik ini adalah pengolahan kertas bekas sebagai kerajinan rumah tangga atau menjadi perabotan rumah yang sangat indah. Kegiatan pengolahan ini telah dilakukan oleh seorang warga Seteluk kabupaten Sumbawa Barat NTB bernama Rahmi Citra Wardani. Berbekal bakat, ide kreatif, daya imajinasi serta rasa kepedulian terhadap lingkungan ia mampu mengolah sampah-sampah kertas seperti bungkus-bungkus rokok, kotak bekas, kertas cover buku dan lain sebagainya menjadi anyaman berbagai bentuk. Rani nama sapaannya telah berhasil membuat kerajinan berupa wadah kue berbentuk angsa, guci, keranjang buah, vas bunga, kotak permen yang telah mampu ia pasarkan kepada warga disekitarnya.
Oleh karena selama ini para pengepul kertas bekas hanya mengambil atau mendaur ulang sampah-sampah kertas berukuran besar saja seperti kardus atau kotak besar lainnya sedangkan sisanya sampah kertas berukuran kecil pada akhirnya akan berujung pada proses pembakaran yang juga memberikan dampak terhadap polusi udara.
Proses pengolahan sampah-sampah kertas ini dimulai oleh Rani dengan mengumpulkan sampah-sampah dari lingkungan sekitar tempat tinggalnya. Selain itu ia juga mengajak kepada pemilik toko yang ada dilingkungannya agar ikut membantu mengumpulkan sampah kertas sisa aktifitas dagangnya. Tidak lupa pula disampaikan dan disosialisasikan bahwa sampah-sampah tersebut akan digunakan lagi menjadi bahan-bahan kerajinan rumah tangga. Alhasil tidak sedikit dari warga sekitar yang ikut belajar tentang bagaimana proses pengolahan sampah tadi menjadi barang bernilai ekonomis. Setelah bahan-bahan terkumpul rani bersama warga yang berminat dalam proses pengolahan ini mulai menggunting bahan kertas tadi sesuai ukuran. Selanjutnya kertas yang telah digunting dilipat sesuai dengan modelnya yang barulah kemudian kertas hasil lipatan tersebut dirangkai menjadi barang-barang atau perabotan rumah tangga yang diinginkan. Langkah terakhir yaitu finishing yaitu dengan melapisi rangkaian kertas dengan plastik transparan sebagai pelindung kertas dari air. Setelah dilapisi maka dapat dipastikan hasil-hasil kerajinan tadi dapat bertahan lama. Sedangkan untuk pemasarannya untuk sementara hanya mampu mencukupi kebutuhan warga sekitar dikarenakan keterbatasan tenaga kerja dan sarana. Adapun kisaran harga yang ditawarkan mulai dari Rp.10.000,- sampai dengan Rp.50.000,- tergantung pada bentuk, ukuran dan kerumitan proses pembuatannya.
Patut dijadikan inspirasi bagi kita semua bahwa ide kreatif dan kemauan untuk berbuat akan mampu mengantarkan kita pada kesuksesan pribadi dan kesuksesan sosial.(c_benk vh)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar