KM All In One

KM Serambi Brang rea melayani aneka Jasa seperti Instal Ulang Leptop, Print, Internet, Pulsa, Cetak Foto, Cetak Undangan, Laundry, Menjual/Menerima Pesanan Aneka Kue. Sekretariat : Jl. Baso Busing Desaberu Dsn Dangar Permai Hp: 081915984745/085338575577

Jumat, 16 November 2012

Kurangnya Etika Berlalu Lintas Penyebab Utama Laka Lantas


Kebiasaan Melanggar Traffic Light, tidak menggunakan  helm dan pengendara dibawah umur
KM. Serambi_Brang Rea – Tidak bisa dipungkiri lagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi  tidak hanya memberikan dampak yang positif terhadap kehidupan manusia. Akan tetapi jika faktor manusia itu sendiri tidak mampu memanfaatkan dengan baik segala bentuk kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi ini maka bencana dan kerugian akan selalu mengintai kapan saja. Tidak terkecuali dalam hal kemajuan transportasi, disetiap wilayah di Indonesia kian lama kian padat dengan kendaraan. Hal yang serupa bisa dijumpai di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat, kendaraan dengan berbagai merk dan jenis bisa dijumpai setiap sudut wilayah. Semakin banyaknya kendaraan yang digunakan oleh warga ternyata belum maksimal disertai dengan Etika dalam berlalu lintas. Hal ini bisa ditandai dengan masih kurangnya kesadaran masyarakat dalam menggunakan helm, mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan yang paling mencolok adalah banyaknya pengendara yang masih dibawah umur.

Beberapa waktu lalu tepatnya hari senin dan selasa (5-6/11/12) bertempat di hotel Lombok Garden, Yayasan Astra Honda Motor bersama dengan Kepolisian Republik Indonesia dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga secara bersama-sama telah bersepakat agar Pengetahuan tentang Etika Lalu Lintas (ELL) bisa diintegrasikan kedalam Kurikulum sekolah. Apa yang melatarbelakangi sehingga begitu pentingnya ELL ini terintegrasi ke dalam kurikulum????dalam sambutannya Kapolda NTB melalui Kadit Lantas menyampaikan bahwa pada tahun 2011 korban kecelakaan Lalu lintas di Indonesia sudah melebihi korban perang dunia kedua dan 70% dari korban tersebut adalah usia produktif (13 s/d 25 tahun) kemudian jika dirata-ratakan maka setiap dua puluh jam sekali ada satu warga indonesia yang meninggal akibat kecelakaan atau bisa dikatakan tiap tiga hari ada dua orang meninggal akibat laka lantas ini. Sungguh sangat memprihatinkan memang, dan jika dibiarkan terus terjadi apa yang akan terjadi dengan bangsa Indonesia nantinya?sungguh banyak Bunga Layu sebelum Berkembang.
Inilah yang melatarbelakangi Yayasan Astra Motor dengan menggandeng Kepolisian RI bersama Dinas pendidikan pemuda dan Olahraga mencoba mengintegrasikan ELL ke dalam kurikulum sekolah. Pada tahap awal penerapan ELL dilaksanakan di Tingkat SMP, SMA/SMK karena berdasarkan data di atas bahwa korban kecelakaan sangat dominan pada usia-usia tersebut.
Sejauh ini hasil pengamatan yang dilakukan di wilayah Taliwang dan Brang Rea banyak sekali ditemukan pelanggaran- pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara khususnya sepeda motor diantaranya adalah tidak menggunakan helm, memacu kendaraannya dengan sangat cepat, pengedara kebanyakan masih anak di bawah umur dan yang paling mengerikan adalah tidak mematuhi rambu lalu lintas khususnya traffic light. Banyak sekali pengendara yang tidak mengindahkan lampu merah dan menerobos sehingga beberapa kali hampir saja terjadi laka lantas. Belum lagi pengendara yang suka memacu kendaraannya di keramaian, sungguh sangat mengerikan. Oleh karenanya peran sekolah sebagai tempat menimba ilmu sangat dibutuhkan agar pengetahuan Etika Lalu Lintas ini bisa diterima dan dipahami dengan baik oleh siswa.
Pada tingkat SMP, SMA/SMK telah ditetapkan ada lima standar kompetensi dan sepuluh kompetensi dasar yang akan diintegrasikan kedalam kurikulum diantaranya adalah memahami bagian-bagian kendaraan, memahami fungsi perlengkapan kendaraan, memahami ketentuan-ketentuan lalu lintas dan angkutan jalan, mewujudkan keselamatan dan kenyamanan berkendara, dan mematuhi peraturan perundang-undangan lalu lintas dan angkutan jalan. Jadi diharapkan melalui penguasaan dan pengetahuan terhadap standar kompetensi di atas siswa bisa lebih sadar dan bisa menumbuhkan jiwa yang taat terhadap ketentuan berlalu lintas dan menjadi pengendara yang beretika sehingga tidak merugikan diri sendiri dan orang lain. (c_benk VH)

1 komentar: